News

MAKANAN BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK

 

jajanan sekolah
Sekarang ini banyak jenis – jenis jajanan anak dalam bentuk yang unik, warna yang menarik, sudah tentu pasti menarik bagi anak – anak.  Banyak pangan jajanan yang sudah masuk ke wilayah sekolah bahkan masuk kedalam kantin sekolah. Namun apakah semua jajanan tersebut aman untuk dikonsumsi, lalu apa saja bahan yang berbahaya pada jajanan anak?.

Berikut adalah bahan – bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi oleh anak bahkan oleh orang dewasa.
1. Formalin
Larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk ini biasanya digunakan untuk bahan perekat kayu lapis, desinfektan peralatan rumah sakit, dan pengawet mayat.

Formalin sangat berbahaya jika terhirup, terkena kulit, dan tertelan, karena bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, reaksi alergi dan luka bakar pada kulit, rasa terbakar pada mulut, mual, muntah, hingga kejang dan koma.
Formalin merusak hati, jantung, otak, ginjal, saraf. Konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker. Penyalahgunaan formalin pada pangan antara lain: mi basah, tahu, ikan segar dan ikan kering

Ciri pangan berformalin? Mi basah tidak lengket, lebih mengilat, bau menyengat. Tahu tidak mudah hancur, sementara ikan tidak dihinggapi lalat. Semua pangan berformalin awet hingga lebih dari 1 hari pada suhu ruang

2. Boraks
Boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air dan antiseptik. Salah satu turunan boraks yang disalahgunakan untuk pangan adalah bleng. Boraks sangat berbahaya jika terhirup, kena kulit, mata, dan tertelan.

Akibat yang ditimbulkan bisa iritasi saluran pernapasan, kulit, dan mata, menyebabkan mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, bahkan kematian.

Penyalahgunaan boraks dalam pangan antara lain pada bakso, cilok, lontong, kerupuk gendar. Ciri-ciri mi basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak mengandung boraks: tekstur sangat kenyal, tidak lengket, tidak mudah putus. Kerupuk mengandung boraks teksturnya sangat kenyal dan terasa getir.

2. Rhodamin B & Methanyl Yellow
Rhodamin B adalah pewarna sintetis (merah keunguan) , biasa digunakan untuk tekstil dan kertas. Methanyl Yellow juga pewarna sintetis (kuning), untuk pewarna tekstil dan cat. Keduanya dilarang untuk pangan.

Bahaya akut yang timbul jika kedua pewarna itu tertelan adalah iritasi pencernaan, bibir pecah-pecah, kering, gatal, kulit bibir terkelupas. Bahaya kronis (jangka panjang): gangguan fungsi hati, kandung kemih, bahkan kanker.
Penyalahgunaan pewarna ini pada pangan, anatra lain pada kerupuk (warna pink & kuning menyala), terasi, gulali, sirup. Ciri-ciri pangan mengandung Rhodamin B dan Methanyl Yellow: warna merah (pink) dan kuning mencolok, warna cenderung berpendar, dan terlihat titik-titik warna tidak merata.

 
Dengan maraknya makanan yang mengandung bahan berbahaya, sudah barang tentu kita harus meningkatkan kewaspadaan atas jajanan yang ada di pasaran, karena kewaspadaan menjadikan kita untuk dapat hidup lebih sehat.